" JENTRENG USIK PADJADJARAN "

Posted on Updated on


repost from Muhamad Rafijen

Muhammad Rafijen

1. PENDAHULUAN

Tatar sunda.., adalah suatu tempat dimana banyak melahirkan para Inohong2 (tokoh) penca yg sangat handal, sejak ratusan tahun yg lalu hingga sekarang seakang tak ada habis2nya melahirkan generasi2 yg handal dan amanah dalam mengamalkan dan melestarikan budaya Titingggal luluhur (warisan leluhur)  yaitu Penca (pencak silat).

Di Jawa barat,  tepatnya dikota Bandung pada tahun 1968 lahirlah  sebuah Ibing Penca ( tarian pencak silat ) yang di iringi dengan Tembang sunda ciajjuran (kacapi suling), dan ini merupakan sebuah kreasi pengembangan yg terdapat dalam pelajaran Maenpo peupeuhan Adung Rais.

Ibing Penca Maenpo peupeuhan yg diiringi kacapi suling cianjjuran ini merupakan hasil karya cipta dari  sang maestro Maenpo peupeuhan kota bandung yaitu Bapak Adung Rais…yang kebetulan beliau adalah ayah saya sendiri.

Ibing Maenpo terlahir dari sebuah perpaduan antara seni kehalusan yg dimiliki oleh cianjuran dan seni kekerasan yg ada pada usik Maenpo peupeuhan.

Nampak disini sebuah perbedaan yg sangat menyolok sekali..akan tetapi sesungunya dua hal yg berlawanan ini jika disatukan oleh kekuatan “Rasa” yang kita miliki, maka tentu akan melahirkan sebuah keseimbangan yang sempurna.

dan untuk mepelajari sebuah Ibing Maenpo tentunya harus dengan proses kerja keras yg tinggi dan memerlukan waktu, jadi tidak bisa hanya secara Instan.

Salah satu yang mengilhami terciptanya sebuah Ibing Maenpo peupeuhan ini adalah,  titi laras yang datang dari Takol (petikan) kawat kacapi (senar kecapi) yang pada saat itu terdengar langsung oleh bapak Adung Rais ketika hendak berlangsung latihan rutinan Tembang Sunda cianjuran kacapi suling dirumah bapak Adung Rais sendiri.

Dari situlah datang sebuah Usik (gerak) sepontanitas yg berbuah hasil menjadi Usik Ibingan yg kemudian menjadi satu nyawa dengan takol (petikan) kacapi suling tersebut, adapun formula yg terkadung dalam usik dan ngibing tsb.. adalah jurus2 yg terdapat pada Maenpo peupeuhan, seperti usik Sabandar, Kari, Madi.

Perlu penghayatan yang sangat tinggi seseorang dalam melakukan Ibing Maenpo peupeuhan agar mencapai kesempurnaan dalam menghasilan sebuah Ibingan yg berkwalitas. dan seorang pengibing tentunya wajib mengenal terlebih dahulu tentang titi laras yg terkadung dalam kacapi suling, sebab ada beberapa jenis laras dalam cianjjuran yang harus difahami ..seperti Laras sorog, laras pelog, laras salendro,dsb.. dan dalam  jenis iramapun ada beberapa jenis juga yang harus difahami seperti Panambih dan Mamaos.

Bapak Adung Rais sendiri pada masa itu adalah pimpinan salah satu sanggar lingkung seni “Babancong siliwangi” yang terdiri dari seni Cianjuuran, Penca, Calung, Reog,dan Degung.

Banyak orang mengatakan bahwa Ibing Maenpo peupeuhan adalah bersifat improvisasi tetapi bukan berarti seenaknya atau semaunya dalam melakukan gerakan..tentunya ada kaidah2 Usik Maenpo yg wajib di patuhi dan dilaksanakan…, mungkin saja bisa disebut improvisai,  tetapi sesunggunya ini ada ketukanya dan bisa dibuat baku sebab dengan seiringnya jaman, tentu akan saya  ciptakan juga sebuah Ibing Rampak yg tujuannya untuk memudahkan dalam memperkenalkan kepada generasi muda  sekarang.

Dalam sebuah Takol (petikan) jika ditelaah dan digali lebih dalam lagi.. menurut saya pribadi mengandung usur Energi yg sangat dahsyat.., sebab disitu ada hitungan partitur yg  melahirkan resonansi menunjjukan seperti sebuah bentuk  serangan peupeuhan jika dirasakan atau didengarkan secara mendalam.

Istilah Takol (petikan), di komunitas masarakat Sunda dinamakan “Jentreng” yang artinya melodi.

Jadi saya menamakan tema dalam naskah ini adalah “Jentreng usik Padjadjaran” yang artinya sebuah Melodi atau Energi Usik Buhun yg datang dari Tatar Sunda. sedangkan nama Padjadjaran yg dicantumkan dalam judul naskah  ini  adalah  semata mata merupakan wujud kebanggaan dan sekaligus penghomatan kami kepada leluhur/karuhun masarakat sunda,  yaitu Raja Sunda ” Prabu Siliwangi“.

2. KACAPI SULING DAN MAENPO PEUPEUHAN

Tembang Sunda cianjjuran diciptakan oleh Bupati Cianjjur RAA Kusumaningrat yang dikenal  juga dengan julukan nama Kangjeng Pancaniti (1834-1864).

Dalam seni Tembang sunda cianjjuran ada istilah nama Mamaos yg artinya adalah  membawakan sebuah lagu yang pada masa itu Mamaos  hanya dinyanyikan  oleh  pria saja, dan baru pada perempat abad ke-20 Mamaos ( tembang sunda) bisa dipelajari oleh kaum wanita, dan ahirnya bermunculanlah lahir para penembang cianjjuran wanita seperti , RD Siti Sarah.., RD Anah Ruhanah, Nyimas Saodah dsb, dan hingga skarang di abad 21 semakin banyak lagi seperti Euis Komariah, Imas Permas, Mamah Dasimah, Neneng Dinar, dan sebagai nya.

Kacapi suling cianjuran telah menyentuh hati dari seorang Maestro Maenpo asal kota Bandung yaitu bapak Adung Rais, untuk dijadikan sebuah pengiring dari bentuk Ibingan Maenpo sebab menurut  bapak Adung Rais kacapi suling dan Maenpo terdapat sesuatu persamaan dalam ngaleyepan (menela’ah) ” Rasa” , jadi keduanya menggunakan kekuatan Energi Rasa dalam membawakanya, dan  sebuah syair seakan mempengaruhi seorang pengibing dalam membentuk gerakan sebuah Ibingan (tarian),  jika kita perhatikan dengan seksama maka di Takol (petikan) sebuah Jentreng itu jelas sudah menandakan  adanya sebuah ketukan yg menyeruapi kaidah  dari Peupuehan..! jadi cocok sekali jika Tabeuh (main) kacapi suling cianjjuran di senyawakan dengan Garak Rasa yg terkadung pada Usik Buhun Maenpo Peupeuhan., sebab keduanya mempunya unsur kandungan Energy positif, tentunya positif untuk membentuk kepribadian kita sehingga bisa membuat kita semakin mawas diri dan berfikir yg positif…sekaligus membentuk kepribadian manusia yang seutuhnya.

Mengolah rasa melalui Cianjjuran sangat baik untuk kesehatan tubuh kita…seperti contoh dengan seringnya mendengarkan lagu cianjjuran maka fikiran kita seakan menjadi tenang dan kita tidak mudah panik pengaruh syairpun kadang bisa mempengaruhi emosi kita untuk mencintai Lemah cai ( tanah air ) dan selanjjutnya selalu eling (Ingat) kepada  sang Maha pencipta alam semesta.

Selain bisa  membentuk kepribadian yg positif maka dengan sendirinya tubuh kitapun bisa semakin kuat dan sehat. Sebab kita selalu terbiasa dengan latihan yg displin , jika terbiasa melatih fisik dan rasa kita dengan tekun maka percayalah sebuah jurus sederhanapun jika dilatih terus menerus setiap hari tentu akan bisa menjadi “Senjata ampuh” buat kita, apalagi dibekali dengan segudang arahan Ilmu dari sang ” Guru”  sudah barang tentu akan mengahasilkan sesuatu yang bermanfaat dan posittif.

3. USIK YANG TERDAPAT PADA IBING MAENPO PEUPEUHAN

Dalam Ibing Maenpo peupeuhan , jurus yg digunakan adalah usik Sabandar..Kari dan Madi, dan ditambahkanya pula unsur raehan (variasi) atau tambahan sebagai wujud kreatifitas dari seorang pelaku ngibing.

Raehan bisa juga disebut” Nyieun” (membuat soal) akan tetapi  tentunya  harus tetap berada pada wilayah hukum Maenpo itu sendiri tidak melanggar “Tetekon” yg ada pada pelajaran Maenpo peupeuhan. dan Nyieun tersebut bisa mengambil dari Kaidah jurus 1 s/d 11 ditambah dari gabungan Usik Sabandar Kari dan Madi bahkan gerakan Napel pun bisa di expresikan melalui sebuah Ibing Maenpo jika sipengibing ini sudah masuk ke tahapan Rasa yg tinggi.

Ngibing pada Maenpo peupeuhan juga terdapat Ibing yg menggunakan Pakarang (senjjata)..dan senjjata yg digunakan adalah Bedog (golok) dan Peso (pisau belati).

Husus untuk Ibing Pakarang ini,  jenis lagu dan Iramanya berbada dengan ibingan tangan kosong.. biasanya menggunakan lagu2 bertemakan peperangan dan satria dan iramanyapun sangat cepat.

Jurus-jurus pakarang yg digunakan tetap berpedoman kepada Usik Sabandar Kari dan Madi, hanya saja disini harus dilakukan sangat cepat oleh sang Pengibing.

Perlu Rasa dan penghayatan yg sangat kuat sang penari untuk membawakan Ibing pakarang ini sebab jika belum mampu menghayatinya  atau rasa belum kuat bisa beresiko untuk  sang Pengibing.

Sama seperti hal pada umumnya bahwasanya ulin pakarang ini harus dipelajari dengan kerja keras dan waktu yg sangat panjang tidak bisa instan, tujuanya adalah untuk mencapai gerak atau Ibing yg sempurna dan berkwalitas.

4. SYARAT SESEORANG UNTUK MEMPELAJARI IBING MAENPO PEUPEUHAN.

Syarat2 sesorang untuk mempelajari Ibinng Maenpo peupeuhan adalah :

  1. Sehat jiwa raga
  2. Memahami tembang/lagu dan irama yang terdapat pada Kacapi Suling Cianjjuran
  3. Menguasai jurus2 atau Usik yg terdapat pada Maenpo peupeuhan secara maximal
  4. Berjiwa seni
  5. Disiplin

Tanpa kelima syarat diatas seseorang mustahil akan bisa melakukan sebuah Ibingan yg sempurna.

Seukeut Rasa ( ketajaman Rasa ) sangat membantu sekali dalam melakukan atau memperagakan sebuah Ibingan. Sebab jika Rasa kita seukeut maka akan datang yg namanya Wanoh (kenal) dengan sebuah Irama yg sedang kita dengarkan dan mengiringi kita yg sedang Ngibing.  Di situlah terjadi sebuah Improvisasi yg membuahkan hasil maximal pada setiap gerakan atau Usik Ibingan.

5. PENUTUP

Ibing Maenpo peupeuhan merupakan bagian dari pada kakayaan atau aset budaya yg patut kita lestarikan. Walaupun dalam perkembangannya belumlah banyak dikenal masyarakat. Namun setidaknya ini akan menambah perbendaharaan aset budaya bangsa kita sekaligus persembahan dari buah cipta bapak Adung Rais untuk Indonesia hususnya Tatar pasundan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s